Langsung ke konten utama

Postingan

Goresan Tinta #10

“Ambu dan Uwa, sayang pada kau, Leh.” ucap Ambu memulai percakapan. Aku bergeming, mendengar penuh bakti dan merasakan begitu tulusnya mereka menyayangiku. Tak dapat dipungkiri, Uwa memang sangat perhatian padaku. Terlebih, sepeninggal Abah yang merantau ke Tanah Abang beberapa tahun lalu. Kulirik arloji yang melingkar di tangan kananku, pu kul 09.00 . Ah, itu artinya sebentar lagi pesawat Garuda akan membawaku terbang menuju tempat di mana aku harus mengeksplorasi segala asa dan mimpi. Oh, aku sudah tidak sabar lagi; duduk di kursi empuk sambil memandangi daratan dan lautan di atas awan. Tapi rasanya, jika tanpa Ambu.. semua terasa kebas. Awak juga sayang pada Ambu dan Uwa.. batinku dalam hati. Ambu menepuk bahuku pelan, menatapku hangat, kemudian menasihatiku untuk yang kesekian kalinya, “Saleh, kau adalah satu-satunya anak Ambu. Buatlah Ambu ini bahagia tanpa merasa kecewa. Teruslah arungi waktu, jelajahilah pijakan yang kau suka. Ambu akan merestui asal kau belajar dengan get...

goresan tinta #Kuis

12 Jawaban untuk #GagasMedia 1.       Last Minute In Manhattan The Days With You Bercinta dalam Tahajjudku Amo Ravierre(s) Travellous Autumn In Paris Surat Kecil Untuk Tuhan Titian Nabi Ayat-Ayat Cinta   Ayah, Mengapa Aku Berbeda? My Idiot Brother Laskar Pelangi 2.     Sebenernya sih banyak min, salah satu judulnya yaitu “Bercinta dalam Tahajjudku”. Kenapa? Soalnya alur/jalan ceritanya itu mengalir, gaya bahasanya mudah dimengerti, di setiap kejadian yang dipaparkan juga penuh dengan tanda tanya alias mampu membuat seseorang yang lagi baca jadi penasaran, penulisan/tata bahasanya anti typo, lalu perpaduan antara genre romance dan religinya nyambung banget, nggak nggantung, dan bikin greget, terus yang terakhir, endingnya tigarius bikin termehek-mehek banget min. Nggak nyangka aja bisa kayak gitu. Apalagi amanat yang terkandung dalam novel tersebut deeplyyyy banget. Top deh. 3.   “Arahka...